Dewi Minta Panwascam Waspada Godaan Uang dan Jaga Integritas
|
Ditulis oleh Bhakti Satrio pada Selasa, 4 Februari 2020 - 11:28 WIB
\n\n\n\n
Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo saat memberi pembekalan kepada jajaran Bawaslu dari tiga kabupaten (Maros, Gowa, dan Barru) dan Kota Makassar dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Pelanggaran Pilkada 2020 di Makassar, Senin 3 Februari 2020/Foto: Humas Bawaslu RI \n\n\n\n
Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Ratna Dewi Petalolo \nmeminta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) mewaspadai soal godaan \nuang yang mungkin terjadi selama Pilkada Serentak 2020. Dia menerangkan,\n Panwascam sebagai jajaran pengawas Ad hoc (sementara) sangat rentan \ndigoda dengan materi.
\n\n\n\n"Tidak tertutup godaan itu kepada penyelenggara Ad hoc. Kenapa \ndikatakan godaan sangat mungkin terjadi? Dengan posisi Ad hoc yang \nbersifat sementara dan godaan yang bisa melebihi dengan hal-hal yang \nbisa diterima semasa jabatan itu bisa menggangu integritas teman-teman \nsekalian," jelasnya saat memberi pembekalan kepada jajaran Bawaslu dari \ntiga kabupaten (Maros, Gowa, dan Barru) dan Kota Makassar dalam kegiatan\n Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Pelanggaran Pilkada 2020 di \nMakassar, Senin (3/2/2020).
\n\n\n\nDewi mengatakan, integritas adalah sesuatu yang sangat sulit untuk \ndiukur. Meski jajaran pengawas Ad hoc seperti Panwascam telah lolos \nseleksi integritasnya, namun menurutnya tidak ada yang bisa menebak \nintegritas dari seseorang apakah tinggi atau tidak.
\n\n\n\nDia melanjutkan, ketika integritas dari Panwascam terganggu sangat \nmemungkinkan potensi tidak netral dan dapat melakukan tindakan di luar \naturan. Hematnya, hal ini memberikan dampak yang besar karena merugikan \nsuara rakyat, kepentingan daerah, dan mengganggu kualitas pemilihan \nyang menjadi tugas utama yang seharusnya dikawal oleh Panwascam.
\n\n\n\n"Jadi jaga status yang sudah melekat. Status ini harus dibawa \nkemanapun dan tidak boleh dilepas karena teman-teman pasti akan menjadi \nsorotan. Apapun yang teman-teman lakukan akan jadi sorotan publik," \nujarnya.
\n\n\n\nDewi mencontohkan perihal kasus yang menerpa penyelenggara pemilu di \nKPU yang belum lama terjadi. Berdasarkan kasus tersebut, menurutnya, \nmembuat kepercayaan masyarakat bisa saja turun terhadap penyelenggara \npemilu di Indonesia. Padahal, Dewi meyakini, kepercayaan masyarakat \nkepada penyelenggara pemilu adalah aspek yang sangat penting dalam \nmempertahankan eksistensi penyelenggara pemilu.
\n\n\n\n"Maka dari itu, Pilkada 2020 ini akan jadi tantangan berat kita untuk\n bisa meyakinkan publik bahwa integritas penyelenggara pemilu, pengawas \npemilu itu tidak perlu diragukan lagi karena teman-teman mampu melakukan\n kerja-kerja pencegahan, pengawasan, dan penanganan pelanggaran. \nKuncinya hanya satu yaitu menjaga inetgritas. Tidak ada yang lain," \ntutup Dewi.
\n\n\n\nEditor: Ranap THS
\nFotografer: Bhakti Satrio