Bawaslu dan KPU Lombok Tengah Ikuti Diskusi Publik Bersama Mabes Polri
|
\n\n\n\nLombok Tengah - Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mengadakan Diskusi Publik via Zoom, bersama Polda dan Polres seluruh Indonesia, yang juga menghadiri KPU dan Bawaslu Provinsi/Kabupaten seluruh Indonesia, Rabu (11/10).
\n\n\n\nDialog Publik mengangkat tema "Pilpres 2024: Memperkuat Pemilu Damai dan Demokrasi Menuju Indonesia Maju". Pelaksanaan Zoom dilakukan di Polres Kabupaten Lombok Tengah.
\n\n\n\nDalam diskusi, Polri akan melakukan antisipasi terkait situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), dengan memetakan kerawanan Pemilu. Terutama isu polarisasi politik identitas.
\n\n\n\nGuna mengantisipasi gangguan situasi Kamtibmas, Polri akan menggelar "Operasi Nusantara Cooling System Polri," yang bertujuan meminimalisir polarisasi di masyarakat. Dengan membentuk Satgas, diharapkan Polri dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya politik identitas.
\n\n\n\nSelain itu, Polri berkomitmen menjaga netralitas anggota Polri pada Pemilu Tahun 2024. Polri akan menghimbau jajaran di bawah agar tidak terlibat politik praktis.
\n\n\n\nDialog Publik ini juga menghadirkan Pimpinan Bawaslu Republik Indonesia, yaitu Rahmat Bagja dan Lolly Suhenty dan Ketua KPU Republik Indonesia.
\n\n\n\nDalam pemaparannya, Rahmat Bagja memberikan pemahaman terkait bahaya hoax dan ujaran kebencian melalui media sosial. Dia meminta agar masyarakat untuk tidak terpancing dengan pemberitaan di media sosial dan mengingatkan bahwa setelah penetapan calon Presiden nanti, media sosial akan rame dengan berbagai informasi.
\n\n\n\nBawaslu Lombok Tengah sendiri diwakili oleh Usman Faesal dan KPU diwakili oleh Fuad Fahrudin.
\n"