Bawaslu Lombok Tengah Gelar Ngabuburit Pengawasan, Perkuat Integritas Penyelenggara Pemilu
|
Praya — Dalam semangat Ramadan yang penuh keberkahan, Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah kembali menghadirkan kegiatan Ngabuburit Pengawasan Edisi Ramadan dengan tema “Integritas dan Etika Penyelenggara Pemilu”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (04/03), dan diikuti oleh jajaran pengawas pemilu serta masyarakat yang tertarik pada isu pengawasan demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Fauzan Hadi, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa integritas dan etika merupakan pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Integritas dan etika bukan hanya kewajiban normatif bagi penyelenggara pemilu, tetapi menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Ketika integritas dijaga, maka legitimasi pemilu juga akan semakin kuat di mata masyarakat,” ujar Fauzan.
Diskusi kemudian berlangsung hangat dan reflektif dengan menghadirkan narasumber pertama, Lalu Suryandi, Wakil Rektor Institut Agama Islam Qomarul Huda Bagu, yang mengulas pentingnya nilai-nilai moral dan spiritual sebagai landasan etika bagi penyelenggara pemilu. Menurutnya, etika tidak hanya bersumber dari aturan formal, tetapi juga dari kesadaran moral dan tanggung jawab spiritual dalam menjalankan amanah publik.
Narasumber kedua, Ismail, Anggota TPD Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu unsur masyarakat, memaparkan pentingnya kepatuhan terhadap kode etik penyelenggara pemilu. Ia menjelaskan bahwa pelanggaran etik bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu secara keseluruhan.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan kembali menekankan bahwa pengawasan yang berintegritas merupakan kunci dalam menjaga kualitas pemilu.
“Pengawasan yang dilakukan dengan integritas akan melahirkan proses pemilu yang adil, transparan, dan bermartabat. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas pemilu harus terus menjaga profesionalitas dan etika dalam setiap tahapan pengawasan,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Usman Faesal, menyampaikan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan menjadi ruang dialog yang penting antara penyelenggara pemilu, akademisi, dan masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga sarana edukasi publik agar masyarakat memahami pentingnya integritas penyelenggara pemilu. Dengan keterlibatan masyarakat, pengawasan demokrasi dapat berjalan lebih partisipatif dan kuat,” jelas Usman.
Melalui forum ini diharapkan seluruh jajaran penyelenggara pemilu dan masyarakat semakin memahami bahwa integritas adalah komitmen, sedangkan etika merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah demokrasi.
Momentum Ramadan pun dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperkuat komitmen moral, serta menjaga integritas dalam setiap peran yang dijalankan demi mewujudkan demokrasi yang berkeadilan dan bermartabat.
Penulis: Sanusi
Foto: Dwi HJ
Editor: Dwi HJ