Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lombok Tengah Gelar Rapat Koordinasi Pengawasan Penyusunan DPTb dan DPK Pemilu 2024 Bersama KPU dan Panwascam

Bawaslu Lombok Tengah Gelar Rapat Koordinasi Pengawasan Penyusunan DPTb dan DPK Pemilu 2024 Bersama KPU dan Panwascam
\n\n\n\n\n\n\n

Lombok Tengah - Dalam menjalankan tugas pengawasan, Bawaslu Lombok Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama KPU dan Panwascam se Kabupaten Lombok Tengah. Rakor sendiri dilaksanakan di kantor Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Senin (05/09).

\n\n\n\n

Rapat dilaksanakan dalam rangka membahas hasil pengawasan terkait Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Dan dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah diwakili oleh Koordinator Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Usman Faesal dan Komisioner KPU Kabupaten Lombok Tengah, diwakili oleh Kepala Divisi Perencanaan Data dan Informasi Adnan Muksin.

\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini Usman Faesal menyampaikan hasil pengawasan yang dilakukan oleh jajarannya. Terutama terkait dengan progres penyusunan DPTb di tiap Kecamatan.

\n\n\n\n

"Jadi kaitan dengan hasil pengawasan teman-teman Panwascam, terdapat pemilih Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK), serta ditemukan banyak pemilih TMS," sebutnya.

\n\n\n\n

"Yang paling banyak meninggal dunia, Oleh sebab itu, kami sarankan untuk melakukan perbaikan kepada KPU, dan kami memberikan himbauan kepada teman-teman Panwascam untuk berkoordinasi dengan stakeholder, seperti PPK dan Pemerintah Desa," ujar Usman.

\n\n\n\n

Di tempat yang sama, Adnan Muksin memerintahkan petugas lapangan untuk memaksimalkan pelayanan.

\n\n\n\n

"Sampai lima Desa sudah perinkan lakukan perbaikan, termasuk kepada layanan ad hoc (PPK dan PPS) untuk pelayanan pindah memilih yang ada di 154 desa dan 12 Kecamatan. Dan pelayanan tersebut tersedia dari jam 8 sampai jam 4, sesuai jam kerja," ucap Adnan.

\n\n\n\n

Lebih lanjut, Adnan menambahkan sementara sudah ada data Pindah Masuk 20 orang dan Pindah Keluar 18 orang.

\n\n\n\n

Adapun kesulitan petugas lapangan, menurut Adnan ialah faktor tingkat partisipasi yang rendah masyarakat dalam melaporkan. Oleh sebab itu, KPU Lombok Tengah secara masif melaksanakan sosialisasi kepada instansi terkait.

\n\n\n\n

"Tingkat partisipasi pindah memilih sangat potensial, sehingga kami terus lakukan giat sosialisasi secara masif, terutama di KUA, Pemdes, Kampus, dan Dinas Dukcapil," tambahnya.

\n\n\n\n

Penulis: Humas Bawaslu Lombok Tengah

\n"