Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lombok Tengah Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Sosialisasi dan Pengenalan Saka Adhyasta Pemilu

Bawaslu Lombok Tengah Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Sosialisasi dan Pengenalan Saka Adhyasta Pemilu

Kegiatan Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Pengenalan Saka Adhyasta Pemilu yang diselenggarakan di Kantor Camat Pringgarata, Jumat (23/01).

Praya — Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah terus berupaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Pengenalan Saka Adhyasta Pemilu dengan peserta anggota Pramuka Kecamatan, yang diselenggarakan di Kantor Camat Pringgarata, Jumat (23/01).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Bawaslu dalam meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. Melalui sosialisasi tersebut, Bawaslu tidak hanya memberikan pemahaman teknis kepemiluan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan prinsip kejujuran, keadilan, independensi, dan netralitas.

Dalam sambutannya, perwakilan Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan partisipatif dipandang sebagai elemen penting dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Pada sesi pemaparan materi, Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Sengketa Baiq Husnawaty, menyampaikan materi terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mekanisme dan tata cara pelaporan dugaan pelanggaran pemilu. Ia menekankan bahwa ASN memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan sehingga harus menjaga profesionalisme dan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis.

“Netralitas ASN merupakan prinsip fundamental dalam penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan berkeadilan. ASN harus berdiri di atas semua kepentingan politik dan fokus menjalankan tugas pelayanan publik,” tegasnya.

Selain itu, Husna juga menjelaskan bahwa masyarakat memiliki hak dan peran penting dalam pengawasan pemilu, salah satunya melalui pelaporan dugaan pelanggaran. Ia mendorong peserta untuk tidak ragu melaporkan setiap indikasi pelanggaran sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pengawasan.

“Pengawasan partisipatif hanya dapat terwujud apabila masyarakat memahami mekanisme pelaporan dan berani mengambil peran dalam menjaga proses demokrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia,Organisasi, dan Diklat, Sudirman Haryanto memaparkan materi mengenai Saka Adhyasta Pemilu sebagai wadah pembinaan, pendidikan, dan pengkaderan pengawas pemilu bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa Saka Adhyasta Pemilu merupakan sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepemiluan sejak dini, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan peduli terhadap demokrasi.

“Melalui Saka Adhyasta Pemilu, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami tahapan pemilu, tetapi juga mampu berperan aktif sebagai agen pengawasan dan menjadi pelopor pemilu yang jujur dan adil,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menghadapi tantangan demokrasi ke depan, termasuk maraknya politik uang, hoaks, dan pelanggaran pemilu lainnya. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Saka Adhyasta Pemilu diharapkan dapat melahirkan kader-kader pengawas pemilu yang berintegritas dan berkomitmen terhadap nilai-nilai demokrasi.

Pria yang akrab disapa bung Yanto ini juga berharap adanya sinergi jangka panjang antar Bawaslu dan Pramuka.

"Kami berharap nanti akan ada sinergi jangka panjang dan kemudian mempersiapkan pembentukan Saka Adhiyasta pemilu lainnya di setiap Kecamatan sebagai tindak lanjut MOU Bawaslu RI dengan Kwarnas Pramuka," sambungnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan pemilu. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bawaslu, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi serta mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

 

Pramuka

 

Pramuka

Penulis: Sanusi

Foto: Sanusi

Editor: Dwi HJ