Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lombok Tengah Ungkap Peran Strategis Pelajar dalam Pengawasan Pemilu

Bawaslu Lombok Tengah Ungkap Peran Strategis Pelajar dalam Pengawasan Pemilu

Kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah,di Madrasah Aliyah (MA) Darul Masakin, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Selasa (27/01).

Praya — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Tengah mengungkap peran strategis pelajar sebagai bagian dari pengawasan pemilu partisipatif dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Madrasah Aliyah (MA) Darul Masakin, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Selasa (27/01).

Kegiatan tersebut ditujukan kepada siswa-siswi MA Darul Masakin yang tergolong sebagai pemilih pemula potensial pada Pemilu 2029 mendatang. Sosialisasi dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pemahaman kepemiluan dan pengawasan pemilu sejak dini.

Sosialisasi berlangsung di aula sekolah mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai. Peserta mengikuti pemaparan materi mengenai pengawasan pemilu partisipatif, tugas dan kewenangan Bawaslu, serta bentuk-bentuk pelanggaran pemilu yang dapat diawasi oleh masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi oleh pentingnya peran generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi. Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah memandang pelajar sebagai kelompok strategis yang memiliki potensi besar dalam membangun budaya pengawasan pemilu yang jujur dan adil.

Selain memberikan pemahaman dasar kepemiluan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara. Melalui pendekatan edukatif, siswa diharapkan mampu memahami hak dan kewajiban dalam proses demokrasi.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah serta pihak sekolah MA Darul Masakin. Sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan dinilai penting dalam memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Sudirman Haryanto, menyampaikan bahwa pelajar memiliki posisi penting dalam pengawasan pemilu berbasis partisipasi masyarakat. Menurutnya, penguatan pemahaman sejak dini menjadi fondasi bagi terciptanya pemilu yang berintegritas.

“Pelajar bukan hanya pemilih pemula, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai bagian dari pengawasan pemilu partisipatif. Melalui edukasi ini, diharapkan mereka mampu mengenali dan melaporkan potensi pelanggaran pemilu di lingkungannya,” ujar pria yang akrab disapa bung Yanto ini..

Bung Yanto menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu merupakan bagian dari strategi pencegahan pelanggaran. Pengetahuan yang memadai diharapkan dapat membentengi pemilih pemula dari praktik-praktik yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diberikan ruang diskusi untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait pemilu dan pengawasan. Interaksi tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap peran Bawaslu dan masyarakat dalam setiap tahapan pemilu.

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah berkomitmen melanjutkan program sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di satuan pendidikan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan edukasi kepemiluan di kalangan pemilih pemula.

Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan tugas pengawasan secara independen, profesional, dan berintegritas melalui penguatan peran serta masyarakat dalam pengawasan pemilu.

 

Bawaslu Lombok Tengah Ungkap Peran Strategis Pelajar dalam Pengawasan Pemilu

Penulis: Dwi HJ

Foto: Dwi HJ

Editor: Dwi HJ