Cegah Penyebaran Hoax dan Disinformasi, Bawaslu Ajak Masyarakat Melek Literasi Digital
|
\n\n\n\nLombok Tengah - Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu mendorong pencegahan penyebaran hoax dan Disinformasi. Hal tersebut bertujuan mewujudkan Pemilu tahun 2024 yang bebas dari hoax, ujaran kebencian, dan disinformasi.
\n\n\n\nKoordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Usman Faesal, mengatakan demokrasi sedang berada dalam tantangan arus kemajuan teknologi yang pesat.
\n\n\n\n"Derasnya arus informasi melalui platform media digital menjadi tantangan demokrasi kita saat ini. Kemajuan teknologi informasi jug memiliki efek negati," jelasnya, Kamis (21/09).
\n\n\n\nMenurut Usman, masyarakat perlu melek literasi digital, sehingga penyebaran hoax dan disinformasi dibatasi. Dia menyarankan agar masyarakat lebih teliti mengecek sumber informasi.
\n\n\n\n"Kita sulit mencegah penyebaran hoax, yang bisa dilakukan saat ini adalah masyarakat harus melek literasi digital. Misalnya, kalo dapat pesan dari WA, harus cek dulu dari mana sumbernya," lanjutnya.
\n\n\n\nUsman mengingatkan masyarakat harus berhati-hati menyebarkan atau membagikan informasi.
\n\n\n\n"Masyarakat jangan asal mengeshare (berbagi) informasi yang diterima. Jangan sampai nanti kena pasal pidana nanti. Cermati dan pahami sebelum mengeshare," pungkasnya.
\n\n\n\nSebagai tambahan informasi Bawaslu Republik Indonesia telah menandatangani perjanjian dengan Tiktok sebagai langkah pencegahan penyebaran hoax dan disinformasi. (DHJ)
\n"