Lompat ke isi utama

Berita

Ikuti Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu”, Bawaslu Lombok Tengah Komitmen Perkuat Mitra Dengan Media

Ikuti Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu”, Bawaslu Lombok Tengah Komitmen Perkuat Mitra Dengan Media

Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia” yang digelar Bawaslu Republik Indonesia secara daring, Rabu (20/08).

Praya — Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah mengikuti kegiatan Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia” yang digelar Bawaslu Republik Indonesia secara daring, Rabu (20/08).

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas lahirnya karya jurnalistik yang merekam langsung perjalanan penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu. Ia menilai buku tersebut menjadi catatan penting bagi masyarakat untuk memahami tugas penyelenggara Pemilu melalui perspektif jurnalis.

“Dari banyak hal yang kita lihat, catatan ini bukan hanya catatan narasi, tetapi juga berbentuk foto. Jadi kita mengharapkan ke depan, masyarakat bisa melihat dan memahami bagaimana tugas-tugas penyelenggara Pemilu dengan adanya catatan jurnalistik dari teman-teman wartawan,” ujarnya.

Buku yang dibedah merupakan karya para jurnalis Pemilu yang menjadi saksi langsung dinamika pengawasan di lapangan pada Pemilu serentak pertama terbesar di dunia. Peristiwa itu melibatkan jutaan pemilih serta ribuan calon legislatif yang berkompetisi secara bersamaan.

Melalui karya tersebut, publik diajak kembali menelusuri catatan peristiwa, dinamika, serta pengalaman berharga dalam pengawasan Pemilu. Diskusi yang berlangsung tidak hanya mengulas isi buku, tetapi juga merefleksikan peran media dan jurnalisme dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Usman Faesal menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan kemitraan dengan media.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi terkait pengawasan Pemilu serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Ke depan, kami akan lebih meningkatkan kemitraan yang kuat dengan media, sebab peran media sangat strategis dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan kepada masyarakat,” ujar Usman.

Ia menambahkan, sinergi antara Bawaslu dan media tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi politik masyarakat agar semakin sadar pentingnya mengawasi jalannya pesta demokrasi.

Bawaslu Lombok Tengah berharap melalui kolaborasi yang baik dengan media, pengawasan partisipatif dapat berjalan maksimal sehingga potensi pelanggaran Pemilu bisa diminimalisir sejak dini.

Penulis: Dwi HJ

Foto: Dwi HJ

Editor: Dwi HJ