Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Lombok Tengah Sapa Pemilih Pemula di SMAN 1 Sengkol
|
Praya — Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah terus memperkuat peran serta masyarakat dalam pengawasan pesta demokrasi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang digelar di SMAN 1 Sengkol, Kecamatan Pujut, pada Rabu (26/12).
Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan siswa yang merupakan calon pemilih pemula pada perhelatan pemilu mendatang. Hadir sebagai pemateri, Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hasan Basri, bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Fauzan Hadi, serta jajaran pimpinan dan staf sekretariat Bawaslu.
Pembekalan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk menyosialisasikan fungsi pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggaran pemilu sejak dini, terutama kepada generasi muda yang tengah memasuki usia pemilih.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Lombok Tengah Lalu Fauzan Hadi menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam memastikan kualitas demokrasi di masa depan. Pengetahuan yang dimiliki pemilih pemula akan menentukan sikap mereka saat berhadapan dengan dinamika pemilu, termasuk potensi pelanggaran seperti politik uang atau penyebaran hoaks.
“Demokrasi harus dikenalkan dan dipahami sedari bangku sekolah. Karena kitalah, termasuk para pelajar, yang akan menjaga Indonesia melalui proses pemilu yang bersih dan berintegritas,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu NTB Hasan Basri memaparkan secara lebih rinci tentang struktur penyelenggara pemilu, tugas Bawaslu di setiap tingkatan, hingga mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran. Ia menilai kehadiran pemilih pemula sangat strategis sebagai agen perubahan dalam kehidupan berdemokrasi.
“Pemuda adalah kekuatan terbesar bangsa. Jika kalian memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih, maka kalian bisa menjadi pengawas partisipatif yang menjaga setiap proses pemilu tetap jujur dan adil,” ujar Hasan Basri.
Selain paparan materi, para peserta juga terlibat dalam sesi diskusi interaktif mengenai contoh pelanggaran yang mungkin terjadi di lingkungan mereka. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar praktik politik uang, kampanye di sekolah, hingga penyebaran disinformasi di media sosial.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap para pelajar tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga turut mengampanyekan nilai-nilai demokrasi kepada masyarakat sekitar. Program pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan rencananya akan terus dilakukan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lain di Lombok Tengah.
“Kami ingin lahir generasi yang tidak apatis terhadap politik. Karena masa depan pemilu dan bangsa ini berada di tangan kalian,” tutup Hasan Basri.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pemilu serta bahaya pelanggaran yang bisa merusak demokrasi.
Dengan adanya edukasi berkelanjutan, Bawaslu Lombok Tengah optimistis tingkat pelanggaran pemilu dapat ditekan dan partisipasi publik dalam pengawasan semakin meningkat.
Penulis: Dwi HJ
Foto: Dwi HJ
Editor: Dwi HJ