Sasar Kalangan Santri, Bawaslu Lombok Tengah Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di SMK Islam Ponpes Sirajul Huda
|
Praya — Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah terus memperkuat komitmen dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang kali ini digelar di SMK Islam Pondok Pesantren (Ponpes) Sirajul Huda, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Rabu (24/09).
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh puluhan siswa dan santri yang antusias mendengarkan materi yang disampaikan. Mereka dipandang sebagai generasi muda yang berpotensi besar menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi di tanah air.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Lombok Tengah, Sudirman Haryanto, hadir langsung sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pemilu adalah milik kita bersama. Tidak bisa hanya diserahkan kepada penyelenggara, tetapi harus diawasi oleh seluruh rakyat, termasuk adik-adik pelajar dan santri. Dengan pengawasan partisipatif, kita bisa mencegah praktik kecurangan sejak dini,” tegas Sudirman.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam pemilu saat ini adalah derasnya arus informasi, khususnya di media sosial. Menurutnya, generasi muda harus lebih bijak dan kritis dalam memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh isu hoaks dan propaganda politik yang menyesatkan.
Selain itu, Sudirman juga menyinggung praktik politik uang yang kerap menjadi masalah klasik dalam setiap kontestasi pemilu. Ia mengajak seluruh peserta untuk berani menolak dan melaporkan jika menemukan adanya indikasi politik transaksional.
“Jangan pernah tergiur dengan iming-iming uang atau barang dari pihak-pihak tertentu. Ingat bahwa harga diri dan masa depan bangsa jauh lebih berharga daripada sekadar keuntungan sesaat,” ujarnya.
Acara sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa dan santri diberi kesempatan untuk bertanya serta berbagi pandangan mengenai isu-isu kepemiluan. Hal ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap proses demokrasi dan pengawasan pemilu.
Dengan adanya kegiatan ini, Bawaslu Lombok Tengah berharap dapat menumbuhkan kader-kader pengawas pemilu dari kalangan pelajar yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, pesantren, maupun masyarakat. Sosialisasi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperluas jaringan pengawasan partisipatif hingga ke tingkat akar rumput.
Pada penutupan kegiatan, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Lombok Tengah. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar para siswa semakin memahami arti penting partisipasi aktif dalam pemilu.
Penulis: Dwi HJ
Foto: Sanusi
Editor: Dwi HJ