Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Lombok Tengah Perkuat Jaringan Pengawas Partisipatif
|
Dok. Humas Bawaslu Loteng: Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah Abdul Hanan (kanan), L. Fauzan Hadi (kiri)\n\n\n\n\nSelasa, 29 November 2022
\n\n\n\n\n\n\n\nBawaslu Loteng- Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu Tahun 2024, Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan sosialisasi dan penguatan jaringan pengawas partisipatif, Mataram 29/11/22.
\n\n\n\n"Sosialisasi ini dalam rangka memperluas penyebaran pengetahuan tentang penyelenggaraan pemilu mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat yang paling bawah atau TPS, terutama tentang pengawasan pemilu" ungkap Kordiv. Pencegahan Parmas dan Humas Lalu Fauzan Hadi.
\n\n\n\nDisampaikan, untuk membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait kepemiluan, Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah telah membentuk kampung-kampung pengawasan diberbagai titik yang dikomandoi oleh kader pengawasan, selain itu Bawaslu Loteng telah membentuk jejaring pengawasan partisipatif dengan melibatkan OKP, media, Pramuka dan kelompok masyarakat lainnya.
\n\n\n\nKetua Bawaslu Lombok Tengah, Abdul Hanan, SH. dalam sambutannya mengajak para peserta untuk berpartisipasi melakukan pengawasan pemilu tahun 2024 terutama pada tahapan yang sedang berlangsung sub tahapan Verifikasi Faktual Perbaikan Partai Politik. "Kami harapkan partisipasi rekan-rekan media, organisasi dan masyarakat untuk terlibat awasi pemilu ini" katanya.
\n\n\n\n
Dok. Humas Bawaslu Loteng\n\n\n\n"Mensukseskan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara pemilu KPU, Bawaslu dan DKPP akan tetapi tugas kita bersama untuk terlibat mensukseskan pemilu" Kata Harun Azwari, MH., Kordiv. Penindakan Pelanggaran dan Datin.
\n\n\n\nDikatakan, terhadap pelanggaran pemilu yang terjadi di beberapa tempat tidak semuanya bisa diawasi oleh Bawaslu, masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran pemilu biasanya tidak melaporkan kepada Bawaslu sehingga tidak dapat diproses ke ranah penindakan.
\n\n\n\n"Jika masyarakat merasa takut untuk melaporkan terkait dugaan pelanggaran pemilu, masyarakat bisa memberikan informasi kepada Bawaslu, informasi tersebut akan dijadikan informasi awal yang selanjutnya akan dilakukan penelusuran" katanya.
\n\n\n\n
Dok. Humas Bawaslu Loteng: Narasumber Wahidjan, SH.MH. (kiri)\n\n\n\nNarasumber, Wahidjan, MH. selaku pengiat demokrasi menjelaskan, kualitas pemilu tergantung Pengawas Pemilu, apabila Bawaslu tidak menyiapkan diri dengan berbagai metode dan cara yang tepat maka dapat dipastikan kualitas pemilu akan buruk.
\n\n\n\n"Penting Bawaslu melakukan pemetaan, dan penting menginterpensi kelompok/komunitas untuk ikut serta melakukan pengawasan partisipatif" katanya.
\n\n\n\nDikatakan, Masyarakat akan berpartisipasi, tergantung bagaimana mereka menganggap pemilu, "jika mereka menganggap pemilu itu adalah sarana yang dapat mengubah nasibnya ke arah yang lebih baik, maka dia akan berpartisipasi" terangnya.
\n\n\n\nDia menambahkan, partisipasi masyarakat mengawasi pemilu menjadi keharusan, tidak mungkin semua peristiwa atau kejadian yang dilakukan oleh peserta pemilu dapat diawasi seluruhnya, mengingat keterbatasan jumlah SDM yang dimiliki Bawaslu.
\n\n\n\n"Ada suara-suara pelanggaran yang diam yang tidak dapat dijangkau oleh Bawaslu, itulah pentingnya masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengawasan partisipatif" tambahnya.
\n\n\n\nHumas Bawaslu Loteng
\n"