Lompat ke isi utama

Pers Release

Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah Terima Audiensi Lembaga Pemantau Pemilu Perisai Demokrasi Bangsa

Praya — Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah menerima audiensi pengurus Lembaga Pemantau Pemilu Perisai Demokrasi Bangsa (PDB), Selasa (06/01). Audiensi ini menjadi momentum awal penguatan sinergi antara Bawaslu dan lembaga pemantau pemilu dalam mendorong pengawasan partisipatif di Kabupaten Lombok Tengah.

Rombongan pengurus Perisai Demokrasi Bangsa diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Fauzan Hadi, bersama jajaran anggota Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah di kantor Bawaslu. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan.

Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus memperkenalkan keberadaan Perisai Demokrasi Bangsa sebagai lembaga pemantau pemilu yang berkomitmen untuk berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya pada tahapan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan di Lombok Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Fauzan Hadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perisai Demokrasi Bangsa yang secara proaktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan Bawaslu. Menurutnya, keberadaan lembaga pemantau pemilu merupakan bagian penting dalam sistem pengawasan pemilu yang demokratis.

“Bawaslu menyambut baik kehadiran Perisai Demokrasi Bangsa sebagai lembaga pemantau pemilu. Inisiatif audiensi ini menunjukkan adanya kepedulian dan komitmen untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi di daerah,” ujar Fauzan Hadi.

Namun demikian, Fauzan Hadi juga mengungkapkan fakta bahwa peran lembaga pemantau pemilu di Kabupaten Lombok Tengah selama ini masih belum berjalan secara optimal. Ia menilai bahwa keterlibatan lembaga pemantau pemilu perlu diperkuat agar pengawasan pemilu tidak hanya bertumpu pada Bawaslu semata, tetapi juga melibatkan masyarakat secara luas.

“Secara objektif harus kami sampaikan bahwa peran lembaga pemantau pemilu di Lombok Tengah selama ini belum begitu maksimal. Padahal, lembaga pemantau memiliki posisi strategis dalam membantu Bawaslu melakukan pengawasan partisipatif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fauzan Hadi menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pemantau pemilu, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas sipil. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pencegahan pelanggaran pemilu sejak dini.

“Ke depan, kami berharap lembaga pemantau pemilu dapat lebih aktif, terstruktur, dan berkelanjutan dalam melakukan pemantauan. Sinergi ini penting agar pengawasan pemilu dapat berjalan efektif, transparan, dan berintegritas,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua Perisai Demokrasi Bangsa, Ahmad Rodi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah atas sambutan yang diberikan. Ia menyebut audiensi ini sebagai langkah awal untuk membangun hubungan kelembagaan yang konstruktif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah yang telah menerima kami dengan sangat baik. Dan kami dapat memperkenalkan struktur pengurus kami,” ujar Rodi.

Rodi menjelaskan bahwa Perisai Demokrasi Bangsa hadir sebagai lembaga pemantau pemilu yang berorientasi pada penguatan demokrasi melalui partisipasi masyarakat. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sipil.

Lebih jauh, Rodi mengungkapkan rencana ke depan bahwa Perisai Demokrasi Bangsa dan Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah akan menjajaki bentuk kerja sama pengawasan partisipatif, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk edukasi pengawasan, sosialisasi kepemiluan, serta pemantauan tahapan pemilu secara bersama-sama.

“Kami berharap ke depan dapat terjalin kerja sama yang konkret antara Perisai Demokrasi Bangsa dan Bawaslu, baik dalam pengawasan partisipatif, pendidikan politik masyarakat,” jelasnya.

Audiensi ini juga diisi dengan diskusi mengenai tantangan pengawasan pemilu di daerah, pentingnya peningkatan kapasitas lembaga pemantau pemilu, serta upaya membangun kesadaran masyarakat untuk ikut serta mengawasi proses demokrasi.

 

Pers Release